Monday, April 7, 2014

Melasti & Tawur Agung sebagai Rangkaian Ritual Hari Raya Nyepi Saka 1936

Melasti sebagai salah satu bagian dari rangkaian ritual menjelang Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, memiliki makna menghilangkan kotoran diri dan jagat raya yang disimbolisasikan dengan labuhan sesaji ke laut serta menyucikan arca, pratima, nyasa, pranlingga sebagai wujud atau sthana Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasi-Nya (Source : PHDI). 

Nah, karena Nyepi tahun inipun aku masih di Yogyakarta, jadi aku mengikuti upacara Melasti yang diadakan di Pantai Parangkusumo (as always) pada hari Jumat, 30 Maret 2014 lalu. Puncak acara di Pantai Parangkusumo dilangsungkan dengan berbagai ritual keagamaan serta pembacaan doa. Ritual diakhiri dengan melabuh berbagai sesaji ke laut selatan. 




Setelah banten/ sesaji didoakan dan beberapa ritual awal dilaksanakan, seluruh umat Hindu yang hadirpun melakukan persembahyangan bersama. Dan seperti biasa, setelah persembahyangan diakhiri dengan nunas tirta seperti pada gambar diatas. Dimana umat diberi air yang sudah disucikan dan menggunakan bija/ beras di kening, dada, dan dimakan.





Ini dia puncak ritual melasti seperti yang sudah dijelaskan diawal, berbagai sesaji dilabuhkan ke pantai. Melasti biasanya menggunakan air sebagai simbolisasi pembersihan, sehingga kegiatan ritual ini berlangsung di pantai, dan juka jauh dari pantai dilakukan di sungai atau mata air yang dapat dijangkau dengan mudah. (Source : PHDI

Dan yang dilakukan oleh umat setelah melabuhkan sesaji adalah membersihkan kaki, tangan, serta muka menggunakan air pantai sebagai simbol membersihkan diri.




Setelah Melasti, ada rangkaian ritual lain yang dilakukan setelahnya, yaitu Tawur Agung Kesanga. Biasanya ritual ini dilakukan pada Tilem (bulan mati) terakhir sebelum Hari Raya Nyepi yang merupakan perayaan Tahun Baru Saka. Ritual ini dilangsungkan dengan tujuan membuat dan memohon kepada Tuhan untuk kesejahteraan alam lingkungan. Untuk perayaan Tawur Agung di Yogyakarta biasanya dilaksanakan di Candi Prambanan.


Ini tenda khusus pejabat, menteri agama hadir juga lho disini.


Setelah selesai persembahyangan

Ritual ini dilaksanakan di Area Wisnu Candi Prambanan




Baracuda adalah nama KMHD (Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma) STIE YKPN di Yogyakarta



Menu sarapan sebelum ke Prambanan, Nasi Ayam Betutu by Warung Bu Komang :9


Well, of course i'm not gonna skip the selfie moment in this post, hehehe. All of picture here is taken by the awesome Lenovo S960 or known as Lenovo Vibe X ;)

Here's the before after pic about my hair. I do simply bun for daily templing, and i have a set of jepit bunga jepun in many colors so i can use it adjusting to my kebaya colors. This pic is for Melasti day.

My outfit of the day on Tawur Agung ritual.

Oke, mungkin sudah cukup aku bercerita tentang perayaan Nyepi ku yang ke-8 di Yogyakarta. Glad to having this post :)

Om Santi, Santi, Santi Om
Eby

No comments:

Post a Comment